Agri News

Profile Mahasiswa dan Alumni


A. Sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa

Mahasiswa merupakan komponen utama dalam penyelenggaraan pendidikan di Perguruan Tinggi.  Keberlanjutan suatu jurusan akan sangat ditentukan oleh aspek mahasiswa baik aspek kuantitas maupun kualitasnya.

Prodi Agribisnis bersama-sama dengan Prodi Agroteknologi Fakultas Pertanian setiap menjelang penerimaan mahasiswa melakukan promosi/sosialisasi ke sekolah-sekolah (SMA, SMK, MA) di daerah Jawa Barat, khususnya di wilayah Priangan Timur, dan juga memasang spanduk promosi penerimaan mahasiswa baru.

Rekruitmen dan seleksi calon mahasiswa seluruh Jurusan yang ada di lingkungan Universitas Siliwangi diselenggarakan oleh Biro Administrasi Akademik (BAA) Universitas Siliwangi. Calon mahasiswa diwajibkan mengikuti test tulis untuk mata pelajaran tertentu.   Seleksi biasanya dilakukan dalam dua periode. Periode I dilakukan sebelum hasil ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dibuka dan periode II (berikutnya) dilaksanakan setelah  pengumuman hasil ujian masuk Perguruan Tinggi Negeri.

Pendaftaran calon mahasiswa baru dilakukan secara on-line melalui situs www.simak.Unsil.ac.id. Tata cara pendaftaran seperti tampak pada Gambar 3. Seleksi calon mahasiswa sampai tahun akademik 2012/2013 dilakukan dengan ujian tertulis, dan mulai tahun akademik 2013 dilakukan dengan Computer Based Test (CBT), dimana calon mahasiswa melakukan USM melalui komputer dengan jadwal yang telah ditentukan.

 

c1

Gambar 1  Proses Registrasi PMB Online

Jumlah peserta seleksi masuk (peminat) dalam lima tahun terakhir Prodi Agribisnis relative stabil. Pada TA 2009/2010 terdapat 34 orang peserta seleksi masuk, sedangkan pada TA 2010/2011 meningkat lebih dari  9 kali lipat  menjadi 314  orang, ada lonjakan jumlahpeserta seleksi ini mahasiswa sehubungan dengan adanya beasiswa satu siklus dari Gubernur Jawa Barat.  Sedangkan tahun berikutnya peserta seleksi 72, 51 dan 58 orang peserta (Gambar 2).

c2

 Gambar 2.  Perkembangan daya tampung, peserta seleksi,lolos seleksi dan    mahasiswa baru

 

Prodi Agribisnis semakin dikenal di masyarakat. Selain melalui kegiatan promosi dan sosialisasi, pengenalan Prodi Agribisnis juga didukung oleh tersebarnya lulusan ke berbagai daerah dan lapangan kerja. Sebaran lulusan ini juga turut membantu peningkatan daya panggil Prodi Agribisnis.

 c3

Gambar 3 Perkembangan rasio kompetisi

Permasalahan yang dihadapi oleh Prodi Agribisnis adalah peningkatan peminat masih belum mampu mengimbangi daya tampung atau pagu yang telah ditetapkan sebesar 90 orang. Penetapan pagu ini didasarkan pada ketersediaan sarana dan prasarana. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya rasio persaingan pada lima tahun terakhir, yakni rata-rata sebesar 1,2. (kecuali pada TA 2009/2010, karena ada program Beasiswa dari Gubernur Jabar) (Gambar 5).  Angka ini masih jauh dari standar BAN-PT yang menetapkan rasio persaingan masuk sebesar 5.

Rasio mahasiswa yang lolos seleksi dan yang melakukan daftar ulang selama lima tahun terakhir sebesar 98.5 persen. Angka ini sudah di atas standar BAN-PT, sebesar 95 persen.

 

B. Profil mahasiswa: akademik, sosio-ekonomi, pribadi (termasuk  kemandirian dan kreativitas).

 

Mahasiswa Prodi Agribisnis sebagian besa berasal dari wilayah Jawa Barat khususnya daerah Priangan Timur dan beberapa dari luar Jawa Barat, seperti  Jawa Tengah, Bali dan Lampung. Peningkatan jumlah mahasiswa baru yang berasal dari luar Jawa Barat masih kecil,hal ini disebabkan masih kurang dikenalnya Prodi Agribisnis di masyarakat luar Jawa Barat. Pola promosi dan sosialisasi juga masih diarahkan pada SMA di wilayah Jawa Barat khususnya Priangan Timur. Sedangkan untuk wilayah luar Jawa Barat, masih mengandalkan promosi dan sosialisasi melalui mahasiswa di sekolah asalnya masing-masing.

Kebanyakan calon mahasiswa berasal dari keluarga dengan status sosial dan ekonomi menengah ke bawah, banyak diantara mereka yang sekolah sambil bekerja,  berusia  rata-rata 19 tahun dengan NEM  rata-rata yang sedang.  Mereka berasal dari Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK). Namun bila dilihat dari kepribadiannya, calon mahasiswa karena berasal dari pedesaan maka pada umumnya memiliki semangat belajar yang tinggi, lebih mandiri serta kreatifitas yang cukup. Hal ini dapat dilihat dari :

a)  Penampilan kegiatan kemahasiswaa dengan mengedepankan   seni tradisional.

b)  Prestasi akademik yang IPK rata-rata lulusannya lebih dari 3,30

c)  Bantuan hibah Bina Desa tahun  2011 dari Gubernur Jawa Barat.

d)  Memperoleh penghargaan mahasiswa berprestasi tingkat universitas

e)  Memeroleh  program hibah Kreatifitas Mahasiswa (PKM) dari DIKTI selama tiga tahun berturut-turut, dari hampir seluruh hibah PKM  ke Universitas Siliwangi diperoleh oleh kelompok mahasiswa Prodi Agribisnis.

 

3. Keterlibatan mahasiswa dalam berbagai komisi yang relevan

 

 Mahasiswa Prodi Agribisnis sering terlibat dalam  dalam kegiatan-kegiatan akademik dan non akademik baik tingkat lokal, regional maupun nasional, baik perorangan maupun kelompok.

Mahasiswa secara aktif terlibatdalam berbagai kegiatan. seperti penelitian serta pengabdian masyarakat. Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian dosen adalah sebagai tenaga enumerator untuk penggalian data.

Prodi Agribisnis juga senantiasa melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa mulai dari persiapan kegiatan hingga pelaksanannya. Peran mahasiswa dalam persiapan antara lain, mempersiapkan bahan dan peralatan yang dipergunakan dalam pengabdian masyarakat. Pada saat pelaksanaan, mahasiswa dilibatkan sebagai asisten pelatihan, apabila kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berupa pelatihan.

Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) merupakan agenda kegiatan mahasiswa yang selalu diikuti dalam tiga tahun terakhir ini dengan hasil yang cukup memuaskan.

Beberapa kegiatan non akademik meliputi: Pemilihan Mahasiswa Berprestasi, Indonesia’s Leadership Competition (ILC) 2011/2012, Fun Debating Contest 2012 on February 28th 2012, Mahasiswa berprestasi

 

 4.  Kegiatan ekstra-kurikuler

Kegiatan mahasiswa pada Prodi Agribisnis meliputi intra dan ekstra kurikuler.  Kegiatan intra kurikuler merupakan kegiatan yang   memiliki bobot satuan kredit semester, meliputi kegiatan terjadwal ; yaitu  perkuliahan, praktikum, dan praktek ; kegiatan akademik tugas terstruktur serta kegiatan akademik mandiri. Kegiatan ekstra kurikuler  yaitu kegiatan yang melengkapi kegiatan intra kurikuler  yang dilaksanakan di dalam kampus maupun di luar kampus, baik yang dilaksanakan di tingkat universitas maupun di tingkat fakultas yang  spesifik di Program Studi.

Kegiatan ekstra kurikuler di tingkat universitas adalah : a) kegiatan penalaran dan keilmuan; b) kegiatan minat, bakat, dan kegemaran; c) kegiatan kesejahteraan mahasiswa; dan d) bakti sosial mahasiswa.  Kegiatan spesifik Program Studi adalah kegiatan minat dan bakat antara lain kegiatan tanaman hias, kegiatan pertanian berwawasan lingkungan.

Kegiatan ekstrakulikuler mahasiswa diarahkan pada peningkatan kemampuan baik mengarah pada peningkatan bakat maupun yang bersifat keahlian (profesionalisme) sesuai dengan bidang ilmu .  Hal ini dapat dilihat dari kegiatan ekstrakurikuler seperti kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) meliputi  Resimen Mahasiswa (Menwa), KSR, KOPMA, Kesenian dan UKM olah raga (sepak bola, tenismeja, bola voli, Badminton dll),. Kegiatan ekstrakurikuler di tingkat Program Studi dikembangkan pada  peningkatan keahlian  yang dikelola oleh HIMA  Agribisnis  yaitu Bina Usaha Tanaman.

Mahasiswa Prodi Agribisnis ikut serta dalam berbagai organisasi mahasiswa baik di tingkat universitas, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), unit kegiatan mahasiswa (UKM), senat fakultas, himpunan mahasiswa Prodi Agribisnis dan Pusat Inkubator Agribisnis (PIA).

Himagri bersama-sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas Pertanian mengadakan beberapa kegiatan seperti :  Seminar Nasional Pertanian, Pelaksana Faperta Celebration 2012, Faperta Leadership Camp.

Organisasi mahasiswa fakultas (senat fakultas ) dan himpunan mahasiswa secara periodik melakukan kegiatan yang melibatkan dosen dalam acara saresehan  yang menghasilkan masukan-masukan berarti bagi perbaikan kegiatan prodi baik kegiatan belajar mengajar, maupun kegiatan kemahasiswaan.     Mahasiswa Prodi Agribisnis baik secara organisasi maupun individu dilibatkan dalam kegiatan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan baik di tingkat universitas, fakultas, maupun  Prodi.

 

5  Keberlanjutan penerimaan mahasiswa (minat calon mahasiswa dan kebutuhan akan lulusan program studi).

 

Keberlanjutan (sustainability) suatu lembaga pendidikan tinggi  banyak dipengaruhi oleh faktor keberadaan mahasiswa.  Minat  mahasiswa memasuki suatu perguruan tinggi/fakultas/program studi dipengaruhi kondisi  eksternal seperti kondisi ekonomi, lapangan kerja atau kebijakan dari pemerintah.  Sedangkan faktor internal seperti mahsiswa memperhatikan keberadaan lembaga seperti status akreditasi dan kualifikasi staf pengajar.

Secara umum animo masyarakat untuk menempuh pendidikan di bidang pertanian relatif rendah dibanding bidang ilmu lain seperti kedokteran, ekonomi, keguruan. Demikian juga minat masyarakat terhadap Prodi Agribisnis UNSIL selama beberapa tahun mengalami penurunan, namun selama lima tahun belakangan telah meningkat lagi.

Upaya untuk menjaga keberlanjutan penerimaaan mahasiswa senantiasa

dilakukan oleh Prodi Agribisnis. Perkembangan jumlah peminat Program Studi  Agribisnis relative stabil dalam lima tahun terakhir. Apabila dilihat dari ke-dua prodi yang ada di bawah FP, peminat Prodi Agribisnis mengalami selalu lebih tinggi dari Prodi Agroteknologi.

Upaya peningkatan jumlah peminat dilakukan dengan cara melakukan promosi langsung dengan metode: penyebaran brosur, pemasangan spanduk dan datang langsung ke SMA atau mengundang pihak SMA.

Jumlah mahasiswa pada Prodi Agribisnis pada tahun akademik 2012/2013  adalah 258 orang.  Jumlah mahasiswa Prodi Agribisnis Tahun Akademik 2008/2009 s/d 2012/2013 dapat dilihat pada Gambar C.5

 c4

               Gambar 4   Jumlah mahasiswa Prodi  Agribisnis lima tahun terakhir

 

Jumlah mahasiswa yang aktif (student body) pada Prodi Agribisnis selama   lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan.  Peningkatan yang cukup berarti terutama penambahan jumlah mahasiswa reguler terjadi pada tahun akademik 2008/2009 dengan tahun 2010/2011. Pada tahun akademik 2010/2011 ke tahun 2012/2013  mengalami trend yang meningkat meskipun peningkatannya cukup kecil.  Student body mengalami penurunan pada 2012/2013 karena mahasiswa non regular sudah lulus, dimana sejak Tahun Ajaran 2008/2009 tidak lagi menerima mahasiswa non regular..

Kebutuhan pasar kerja akan lulusan Prodi Agribisnis cukup baik.Sampai pertengahan tahun 2013 jumlah alumni adalah sebanyak 791 orang, alumni terserap pada berbagai lapangan pekerjaan  baik sebagai PNS, pegawai dilingkungan swasta maupun wirausaha. Fakultas bersama  ikatan alumni  dengan berbagai upaya terus   melacak keberadaan alumni  baik yang bekerja secara terstruktur maupun tidak terstruktur.  Tanggapan pengguna dari hasil Tracer Studi terhadap kategori Keahlian berdasarkan bidang ilmu (profesionalisme)  80 persen pengguna menganggap baik dan 10 persen menganggap sangat baik.

 

6. Pelayanan untuk mahasiswa

 

Pelayanan untuk mahasiswa Prodi Agribisnis disajikan dalam borang 3.2. Pada dasarnya Prodi Agribisnis senantiasa berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada mahasiswa. Pada saat menjadi mahasiswa baru,mahasiswa mendapatkan Buku Panduan Akademik Universitas yang berisi tentang pedoman pelaksanaan pendidikan. Pada buku tersebut berisi informasi tentang visi, misi, tujuan, kurikulum, dan silabus mata kuliah. Selain itu juga berisi pedoman atau panduan mata kuliah yang harus diambil oleh mahasiswa pada tiap semester.

Setiap mahasiswa akan mendapatkan dosen wali atau dosen penasehat akademik. Dosen penasehat akademik mempunyai tanggung jawab dalam memberikan bimbingan akademik dan juga layanan konseling. Rata-rata jumlah mahasiswa bimbingan akademik per dosen adalah 16 mahasiswa. Jumlah ini sudah ideal sehingga memungkinkan pertemuan intensif antara dosen dan mahasiswa. Selain itu dengan jumlah bimbingan akademik yang tidak terlalu banyak, diharapkan dosen dapat  mengenal karakter mahasiswanya dengan baik.

Mahasiswa Prodi Agribisnis mendapatkan kesempatan untuk mengakses berbagai beasiswa, baik yang ditawarkan oleh pemerintah maupun swasta. Beberapa beasiswa yang ditawarkan kepada mahasiswa Prodi Agribisnisdapat dilihat pada Tabel 1

Semua beasiswa dibawah koordinasi FP, dalam hal ini Pembantu Dekan III. Mekanisme penerimaan beasiswa dimulai dari pengumuman  kepada mahasiswa, mahasiswa mendaftar dengan syarat yang sudah ditentukan untuk kemudian diseleksi.

Tabel C.1.  Jenis beasiswa dan jumlah mahasiswa penerima beasiswa

No

Jenis Beasiswa

Jumlah Penerima (orang)

1 Program beasiswa siklus dari Depdiknas Propinsi Jawa Barat

49

2 Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM) dari  Kopertis Wilayah IV Jawa Barat dan Banten  ( 10/11 – 12/13)

10

3 Beasiswa Tugas akhir

2

4 Peningkatan Prestasi Akademik ( PPA) ( 10/11 – (12/13)

6

5 Universitas  Siliwangi

6

6 Ikatan Orang Tua Mahasiswa ( IOM )

3

7 Ikatan Keluarga Alumni

3

8 HU. Pikiran Rakyat

1

9  Bank Syariah Mandiri

1

 

 

 

Peningkatan soft skill mahasiswa dilakukan dengan beberapa cara diantaranya adalah pendidikan dan pelatihan dasar kepemimpinan yang dilaksanakan rutin setiap tahunnya.

Prodi Agribisnis melalui PIA juga turut memfasilitasi kegiatan pelatihan ketrampilan kewirausahaan  atau Program Pelatihan dan Pemagangan (PPM). Dalam prakteknya mahasiwa Prodi Agribisnis melaksanakan pemagangan di Pusat Inkubator Agribisnis (PIA) l maupun pemagangan di perusahaan agribisnis mitra PIA, sehingga mahasiswa minimal dalam pelaksanaan KKN sudah dapat melaksanakan kegiatan pertanian praktis, mahasiswa mulai berwirausaha mandiri.  Program Diklat dan Magang yang terdapat di PIA        adalah sebagai berikut:

  1. Unit Kegiatan Tanaman Hias
  2. Unit Kegiatan Peternakan
  3. Unit Kegiatan Perikanan
  4. Unit Kegiatan Sayuran Organik
  5. Unit Kegiatan Pupuk organik
  6. Unit Kegiatan Pembibitan tanaman buah dan tanaman Kehutanan
  7. Unit Kegiatan Bioenergi
  8. Unit Kegiatan Pembibitan Jamur
  9. Unit Kegiatan Budidaya Jamur
  10. Unit Kegiatan Agroindustri
  11. Unit Kegiatan Perniagaan

7. Hasil pembelajaran

Nilai rata-rata lulusan Prodi Agribisnis selama lima tahun terakhir selalu di atas angka 3,00. Beradasarkan rata-rata IPK tersebut, lulusan telah bisa bersaing di dunia kerja karena pada umumnya persyaratan IPK minimal 2.75. Namun demikian,IPK lulusan masih harus terus ditingkatkan karena beberapa instansi menetapkan IPK minimal pelamar kerja sebesar 3,00.

 C5

Gambar  C.5  Perkembangan IPK lulusan

Apabila dilihat dari sebarannya, sebagian besar lulusan mempunyai IPK pada rentang 2,75 – 3,50 (Gambar C.6). Kondisi ini menunjukkan bahwa pembelajaran pada ProdiAgribisnis telah berjalan dengan baik.

 C6

Gambar 6.  Sebaran IPK lulusan